Category Archives: Nasihat Ulama Tentang Syukur

Syaikh Ibnu Aththoilah Tentang Syukur dalam Al-Hikam


Hikmah 74

“Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu. Dan siapa yang bersyukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat.”

Ustadz Salim Bahreisy dalam syarahnya menulis:
Firman Allah:
“Bila kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah nikmat bagimu.”(QS.Ibrahim[14]:7)

Baca lebih lanjut

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ra – Tentang Syukur

Syukur dengan lisan adalah nikmat yang besar. Manusia menanggung beban lebih besar ketika memperoleh nikmat dibanding ketika mengalami bencana. Bencana membutuhkan kesabaran, dan manusia mampu bersabar. Sedangkan kenikmatan perlu disyukuri, padahal Allah berfirman:
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba[34]:13)

Baca lebih lanjut

Wasiat Imam Ja’far Ash-Shadiq ra Tentang Rasa Syukur

Lewat setiap tarikan nafas yang kita hirup, suatu rasa syukur wajib tertanam di dalam qalb (hati) kita, sesungguhnyalah, seribu rasa syukur atau bahkan lebih itu pun masih akan tetap kurang. Tingkat terendah rasa syukur adalah menyadari bahwa rahmat (karunia) itu berasal dari Allah, lepas dari apa pun penyebabnya, dan tanpa hati kita terpaku pada penyebab tersebut. Itu berarti merasa puas dengan apa yang diberikan oleh-Nya; yaitu tidak mengingkari rahmat-Nya, atau menentang-Nya dalam setiap perintah dan larangan-Nya disebabkan rahmat-Nya itu.
Hendaknya kita menjadi seorang hamba yang tahu bersyukur kepada Allah dalam segala hal, dan kita akan mendapati bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Pemurah dalam segala hal.

Baca lebih lanjut