Imam Nawawi – Riyadhus Shalihin Bab Memuji dan Bersyukur Kepada Allah

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu [98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.”(QS.Al-Baqarah[2]:152)

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”(QS.Ibrahim[14]:7)

“Dan katakanlah, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah.”(QS.Al-Isro'[17]:111)

“Dan penutup doa mereka adalah:’Alhamdulillahi rabbil alamin.'” (QS.Yunus[10]:10)

1. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ketika Nabi saw. diisra’kan beliau diberi dua gelas minuman yang berisi khamr (sesuatu yang memabukkan) dan susu, kemudian memperhatikan kedua gelas itu, lalu mengambil gelas yang berisi susu, kemudian malaikat Jibril as. berkata: Alhamdulillahilladzii hadaaka lil fithrah, lau akhadztal khamra ghawa ummatuka (segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada engkau kepada fithrah, seandainya engkau mengambil khamr niscaya tersesatlah ummatmu).”(HR.Muslim)

2. Sedang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda:
“Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan memuji Allah, maka tidak sempurnalah perbuatan itu.” (HR. Abu Dawud)

3. Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Apabila anak seseorang meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat-Nya:Kamu telah mencabut nyawa anak hamba-Ku? Para malaikat menjawab: Ya. Allah bertanya lagi:Kamu telah mencabut buah-hatinya? Para malaikat menjawab: Ya. Allah bertanya: Apakah yang diucapkan oleh hamba hamba-Ku? Para malaikat menjawab:Ia memuji-Mu dan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun (Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya).
Kemudian Allah Ta’ala berfirman:Bangunlah sebuah rumah di sorga untuk para hamba-Ku itu dan namailah Bait Al-Hamd.” (HR. Turmudzi)

4. Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah merasa puas terhadap hamba-Nya yang apabila makan dan minum selalu memuji-Nya.” (HR.Muslim).[]

*) Diketik ulang dari Terjemah Riyadhus Shalihin jilid 2, Imam Nawawi, penerjemah Achmad Sunarto, Penerbit Amani, Jakarta, 1999.

Sumber Gambar:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s